Dua tahun nol yang bales
NOL YANG BALESini ceritaku
| 0,0–0,3 | dia sudah duduk condong ke lensa di meja kos, tangan kanan mengangkat HP yang layarnya gelap lalu menepuk dahinya pelan |
| 0,3–4,2 | Dua tahun, nol cewek yang bales chat-ku. |
| 4,2–8,1 | Pembukaku selalu sama: halo, lagi apa, anak mana, kerja di mana. |
| 8,1–12,0 | Ternyata bukan mukaku yang salah, tapi caraku nanya yang bikin dia males tiap kali. |
| 12,0–15,9 | Sekarang aku latihan tiap malam sepuluh menit, enam ronde, dinilai tiap pesan. |
| 15,9–20,0 | Follow, kuceritain pelan-pelan dari nol. |
Lihat prompt video
GAMBAR 1 ADALAH ACUAN MUTLAK untuk setiap frame. Frame pertama video harus sama persis dengan Gambar 1: pose, bingkai, benda, dan tulisan yang sama; semua gerakan berawal dari pose itu. Klip DIBUKA SUDAH BERGERAK, tanpa pose diam, tanpa hening di awal.
KUNCI TOKOH — pria Indonesia 27 tahun persis seperti di Gambar 1: wajah oval dengan rahang lembut, alis tebal alami, mata cokelat gelap, hidung kecil membulat, rambut hitam pendek rapi agak bergelombang di atas, brewok tipis di sepanjang rahang, tinggi sedang, badan biasa, rona wajah alami sehari-hari persis Gambar 1 tanpa filter. Wajah dan sosoknya terkunci ke Gambar 1 di setiap frame.
KUNCI PAKAIAN — kaos polos hijau lumut lengan pendek, jam tangan hitam sederhana, pakaian tanpa gambar atau tulisan apa pun, sama persis dengan Gambar 1 dari awal sampai akhir.
KUNCI LATAR — kamar kos kecil yang rapi di malam hari: meja belajar dengan lampu hangat, dinding polos, gelas polos, HP tertelungkup di meja. Latar dari Gambar 1 tetap diam selama 20 detik: benda dan bayangan tetap di tempatnya kecuali digerakkan tangannya. Semua permukaan polos tanpa tulisan atau angka; layar HP selalu gelap atau membelakangi lensa; tidak ada orang lain yang lewat.
ATURAN TULISAN — satu-satunya tulisan di seluruh klip adalah headline dari Gambar 1 ('DUA TAHUN / NOL YANG BALES', plus baris kecil 'ini ceritaku'): tetap persis seperti di Gambar 1 sampai detik 3,0, lalu memudar selama 0,4 detik dan tidak pernah kembali. Setelah itu layar bersih dari tulisan apa pun: tanpa teks, tanpa stiker, tanpa emoji — editor yang akan menambah teks.
PENGAMBILAN GAMBAR — satu pengambilan menerus tanpa sambungan, vertikal 9:16, kamera depan HP setinggi mata, bingkai separuh badan atas persis Gambar 1. Goyangan tangan halus alami, bukan gimbal. Kamera berubah tiap ketukan: diam mantap, dorong masuk pelan, dekat ke wajah, tarik mundur sedikit, geser halus, dorong masuk penutup sampai sekitar 108 persen.
TEMPO — energi video pendek sosial: dia bicara CEPAT dan JELAS sekitar 150 sampai 165 kata per menit, tanpa jeda mati, gerakan tangan berpindah tegas tiap ketukan; gerakan bibir mengikuti setiap suku kata.
AKSI BERWAKTU DAN DIALOG —
detik 0,0 sampai 0,3: dia sudah duduk condong ke lensa di meja kos, tangan kanan mengangkat HP yang layarnya gelap lalu menepuk dahinya pelan.
detik 0,3 sampai 4,2: dia menunjukkan tiga jari satu per satu sambil meringis, lalu menjatuhkan tangan ke meja; mengucapkan cepat dan jelas, persis: "Dua tahun, nol cewek yang bales chat-ku.".
detik 4,2 sampai 8,1: dia menunjuk wajahnya sendiri lalu menggeleng, kemudian mengetuk pelipisnya dua kali; mengucapkan cepat dan jelas, persis: "Pembukaku selalu sama: halo, lagi apa, anak mana, kerja di mana.".
detik 8,1 sampai 12,0: dia mengangkat HP gelap itu lagi, memutar pergelangan seolah melihat jam, lalu mengangguk mantap ke lensa; mengucapkan cepat dan jelas, persis: "Ternyata bukan mukaku yang salah, tapi caraku nanya yang bikin dia males tiap kali.".
detik 12,0 sampai 15,9: dia menunjuk ke atas ke arah nama akun dengan senyum lebar; mengucapkan cepat dan jelas, persis: "Sekarang aku latihan tiap malam sepuluh menit, enam ronde, dinilai tiap pesan.".
detik 15,9 sampai 20,0: dia menunjuk ke atas ke arah nama akun dengan senyum lebar; mengucapkan cepat dan jelas, persis: "Follow, kuceritain pelan-pelan dari nol.".
SUARA — suara pria Indonesia 27 tahun, nada sedang santai, logat Jakarta sehari-hari, energi pesan suara: cepat, cerah, yakin, hangat, bukan penyiar, bukan robot. Artikulasi jelas di tiap kata walau cepat; tekanan ekstra pada kata "nol", "caraku nanya", "sepuluh menit". Ada senyum terdengar di kalimat terakhir.
MUSIK — WAJIB ada dan tidak boleh putus dari detik 0,0 sampai 20,0, tidak boleh senyap: piano sendu pelan di awal, naik hangat dengan gitar akustik saat dia menemukan jawabannya, puncak cerah menjelang ajakan follow. Instrumental atau gumaman tanpa lirik, selalu di bawah suara.
SUASANA — suara lingkungan tipis sesuai tempat di bawah musik; suara bicara dekat, kering, sedikit terkompresi seperti mikrofon HP; tanpa gema, tanpa efek sinematik.
TAMPILAN — cahaya apa adanya, sedikit bintik sensor, putih agak hangat; tokoh tajam, latar lembut; tanpa gradasi warna film. Harus terlihat seperti rekaman HP sungguhan yang direkam pemuda Indonesia biasa.
JANGAN — satu pengambilan tanpa sambungan dan tanpa pindah tempat; pakaian dan rambut tetap; tidak ada orang atau hewan lain; tanpa filter kecantikan; tanpa kilatan lensa; tanpa benda tambahan; tanpa lambang, tanpa tanda air; tidak ada bahasa Inggris di layar atau ucapan; setelah headline memudar tidak ada tulisan apa pun; musik tidak menenggelamkan suara; wajahnya identik dengan Gambar 1 di setiap frame; setiap gerakan terbaca jelas di layar HP kecil.